Minggu, 17 Mei 2009

Sehat dengan terapi Listrik

Sehat Dengan Terapi LIstrik
Wednesday, 23 July 2008
Gaya hidup modern kota besar hampir pasti menghalangi kita dalam memperoleh kondisi sehat. Solusinya adalah dengan terapi listrik.
Sehat, awet muda, dan panjang umur adalah dambaan setiap orang. Untuk mencapai semua itu, tentu saja ada syaratnya, yaitu menerapkan gaya hidup sehat. Menjalani pola makan yang tepat, tinggal di lingkungan bersih, cukup berolahraga, menjauhi stres, dan cukup istirahat adalah langkah-langkahnya. Ironisnya, kehidupan modern di kota besar kurang memungkinkan kita melakukan semua itu. Tingkat polusi tinggi, tingkat stres tinggi, diet tidak seimbang, tak ada waktu untuk berolahraga, dan kurang istirahat adalah hal-hal yang biasa bagi kita. Kabar baiknya, Anda tak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Karena kalau mau, Anda bisa mencoba Electric Potential Therapy (EPT) atau yang lebih dikenal dengan terapi listrik. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat khusus yang memanfaatkan energi listrik frekuensi tinggi di atas 70.000 siklus perdetik (70.000Hz).

Peran listrik di dunia medis
Kelistrikan memegang peranan penting dalam bidang kedokteran. Ada dua aspek kelistrikan dan magnetis dalam bidang kedokteran yaitu: listrik dan magnet yang timbul di dalam tubuh manusia serta penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia. Tahun 1780 Luigi Galvani mulai mempelajari kelistrikan pada tubuh hewan, dan tahun 1786 melaporkan hasil eksperimennya bahwa kedua kaki katak terangkat ketika diberikan aliran listrik lewat sebuah konduktor. Sejak itu bidang biolistrik terus berkembang. Pada tahun 1892 Arons merasakan ada aliran listrik frekuensi tinggi melalui dirinya dan asistennya. Tahun 1899 Van Seynek melakukan pengamatan tentang terjadinya panas pada jaringan yang disebabkan oleh aliran listrik frekuensi tinggi dan tahun 1928 Schliephake melaporkan tentang pengobatan penderita dengan menggunakan ”short wave diathermy” (diatermi gelombang pendek), termasuk listrik berfrekuensi tinggi.Pengetahuan tentang gelombang arus listrik ini penting oleh karena dalam banyak hal berkaitan erat dengan penggunaan arus listrik untuk merangsang saraf motoris atau saraf sensoris. Kelistrikan dan kemagnetan di dalam tubuh manusia adalah ditimbulkan oleh sel saraf. Bagaimana kerja alat ini?Energi di dalam tubuh kita akan mencapai keseimbangan dengan terbentuknya ion-ion negatif dalam jumlah memadai memasuki tubuh kita, sehingga dapat menyingkirkan ion-ion positif yang berlebihan. Ion-ion positif yang berlebih ini akan merugikan tubuh manusia, di antaranya menurunkan imunitas tubuh, sehingga kita gampang terkena infeksi oleh mikroorganisme, memengaruhi fungsi atau kerja jantung. Idealnya, di dalam tubuh kita harus terdapat 80% ion negatif dan 20% ion positif. Ion negatif yang banyak terdapat di dalam membran sel akan mengaktifkan sel organ tubuh, meningkatkan metabolisme, mengaktifkan kerja enzim-enzim pada organ-organ tubuh yang juga bermanfaat dalam proses detoksifikasi zat-zat tidak berguna bagi tubuh. Nah, alat ini bekerja dengan menambahkan ion negatif ke dalam sel melalui rangsangan listrik sehingga tercapai keseimbangan tersebut.Dengan demikian, alat ini akan mengurangi risiko terserang penyakit dan akan membantu proses menyehatkan badan sehingga akan memperpanjang usia orang yang menggunakannya. Bahkan dikatakan, alat ini akan sangat membantu mereka yang tidak punya banyak waktu untuk berolahraga. Karena bila kita melakukan terapi dengan mode optikal selama 30 menit, kebutuhan kalori kita sama dengan latihan aerobik selama 3 jam.Terapi listrik dengan alat ini menggunakan frekuensi tinggi yang short wave diathermy (diatermi gelombang pendek). Dipakai untuk memperoleh gelombang elektromagnetis agar energi panas yang dihasilkan dapat masuk ke dalam tubuh. Ada tiga fungsi utama dari alat terapi listrik ini: 1. Terapi Potensial Negatif Untuk menjaga keseimbangan pH, membersihkan darah, mengaktifkan sel, mengatur saraf otonom, menyuplai energi statik yang dibutuhkan oleh tubuh. 2. Terapi Panas Stimulasi dan pijat dengan sinar infra merah jauh (far infra-red), membuka blok arteri, dan memperlancar sirkulasi darah untuk menghalau statis darah.3. Terapi Optikal Stimulasi dan pijat seluruh sel tubuh dan membuat temperatur tubuh meningkat 1-2 derajat. Gunakan optikal selama setengah jam. Hal ini seperti melakukan aerobik untuk 3 jam. Dengan ketiga fungsi tersebut, maka berbagai manfaat akan diperoleh, seperti meningkatkan metabolisme, suplai darah meningkat, meningkatkan relaksasi, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan aktivitas kelenjar keringat. Selain itu alat ini juga mempunyai efek terapeutik/pengobatan, di antaranya anti peradangan, meningkatkan lekosit dan antibodi pada daerah tubuh yang terkena infeksi, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan absorpsi tulang serta aliran darah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar