Rabu, 27 Mei 2009

Ibu Aini



Selepas Dhuhur itu KK II/43 lagi kosong kecuali seorang ibu muda tengah terapi ditunggui oleh satu gadis kecil pulang sekolah yang ramping cantik. Selain engko Ping Yan, 54 pemilik terapi listrik, ada juga seorang lelaki berperut embot berumur 52 tahun.
Abah lalu dipersilahkan duduk disebelah kanan sedang Enin duduk disebelah kiri ibu muda itu. Agaknya Enin pernah mengobrol sebelumnya makanya keduanya langsung akrab saja.
"Dulu mertua saya juga sering sesak nafas karena penyakit jantung smp membuat kita semua khawatir karena beluiau sudah sepuh 85 tahun. Mana berpenyakit TBC tulang yang klo tergerak sedikit sekalipun beliau mengerang kesakitan. Buat jantung, selain menelan Parmabes yang harus ditelan seumur hidup juga harus menyandang tangki oksigen kemanapun beliau pergi karena sering sesak napas itu. Sampai 2 tahun yang lalu ada dokter keluarga yang menyarankan beliau buat konsumsi cokelat pahit (dark chocolate) sebanyak 40 gram sehari. Alhamdulillah semenjak itu ibu mertua saya sembuh dari penyakit jantung, tak pernah sesak lagi dan tak pernah menelan Parmabes lagi. Hanya saja karena banyak makan cokelat manis sekarang badannya menjadi banyak lemak. Entah juga lemak apa saya kurang tahu." Ujar ibu Aini ini. Kan gadis kecil pulang sekolah yang ramping cantik itu putrinya yang bernama Aini.

Entah buat meyakinkan ibu muda itu langsung gunakan hape buat kontak ibu mertuanya yang tengah berada di Bandung. "Beliau terbang cuma ditemani adik kandung saya dan gak mau saya jemput ke Medan lho." Katanya mengenang penerbangan ibi mertua 87 tahun itu dari Medan ke Jakarta 3 hari yang lalu. Wow, klo begitu tentu signifikan baiknya kondisi kesehatannya tuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar